Bangsa Berdikari

Oleh Benny Susetyo

Indonesia kembali menjadi sekadar objek bagi negara-negara besar yang berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi G-20 di London. Setidaknya itu dapat dilihat dari lemahnya para delegasi memperjuangkan kepentingan na-sional. Bukti bahwa negara berpenduduk lebih dari 220 juta jiwa ini tak lebih hanya sebagai penggembira dalam hiruk-pikuk diplomasi ekonomi-politik internasional. Bahkan, seorang pengamat ekonomi-politik, Yanuar Rizky, mengatakan Indonesia datang ke pertemuan G-20 tanpa konsep perjuangan yang jelas, dan hasilnya bisa ditebak, Indonesia hanya ikut-ikutan.
READ MORE - Bangsa Berdikari

Republik Tanpa Publik

Oleh Benny Susetyo PR

Berita yang menyatakan pemerintah sudah ”menyerah” dalam menghadapi kasus Lapindo sungguh menyesakkan dada. Optimisme untuk menghentikan semburan lumpur dengan berbagai cara, berbalik 180 derajat menjadi pesimisme. Ini menunjukkan bahwa sejak awal pemerintah memang tidak memiliki keberpihakan kepada rakyatnya. Pemerintah menyerah? Itu memiliki banyak arti dan yang sudah jelas adalah sebagai pertanda yang sangat buruk yang menunjukkan bahwa pemerintah sudah kehilangan optimisme menangani keadaan apa pun yang tidak menguntungkan dirinya. Bukanlah rakyat yang dipikirkan dan berjuang sekuat tenaga dalam alam pikir rakyat, bukan alam pikir negara.

READ MORE - Republik Tanpa Publik