Oleh Benny Susetyo
Indonesia kembali menjadi sekadar objek bagi negara-negara besar yang berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi G-20 di London. Setidaknya itu dapat dilihat dari lemahnya para delegasi memperjuangkan kepentingan na-sional. Bukti bahwa negara berpenduduk lebih dari 220 juta jiwa ini tak lebih hanya sebagai penggembira dalam hiruk-pikuk diplomasi ekonomi-politik internasional. Bahkan, seorang pengamat ekonomi-politik, Yanuar Rizky, mengatakan Indonesia datang ke pertemuan G-20 tanpa konsep perjuangan yang jelas, dan hasilnya bisa ditebak, Indonesia hanya ikut-ikutan.
READ MORE - Bangsa Berdikari
Indonesia kembali menjadi sekadar objek bagi negara-negara besar yang berpartisipasi dalam pertemuan tingkat tinggi G-20 di London. Setidaknya itu dapat dilihat dari lemahnya para delegasi memperjuangkan kepentingan na-sional. Bukti bahwa negara berpenduduk lebih dari 220 juta jiwa ini tak lebih hanya sebagai penggembira dalam hiruk-pikuk diplomasi ekonomi-politik internasional. Bahkan, seorang pengamat ekonomi-politik, Yanuar Rizky, mengatakan Indonesia datang ke pertemuan G-20 tanpa konsep perjuangan yang jelas, dan hasilnya bisa ditebak, Indonesia hanya ikut-ikutan.